Bienvenue ami ...
Thankyou for visiting my blog. Have a good thing here. God bless you.

Thursday, November 18, 2010

Santa Monica

Santa Monica dan Teresa dari Calcutta


Hari ini, 27 Agustus 2010, Gereja merayakan pesta St. Monica yang hidup di abad ke 4 (333-387), dan juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun kelahiran Beata Teresa dari Calcutta yang hidup di abad 20 (27 Agustus 1910).
‎​
Monica berkeluarga dengan seorang suami dan 3 anak, sedangkan Teresa adalah seorang biarawati (tidak menikah). Meskipun mengambil cara hidup yang berbeda, keduanya memiliki kemiripan : kesederhanaan dan ketekunan dlm berbuat baik.
‎​
Monica tekun mendoakan suami dan anaknya yang tidak respect / tidak menghiraukan teladan hidup dan kebaikan hatinya. Ketekunan Monica dalam berdoa dan berbuat baik, melahirkan pertobatan anaknya yaitu Agustinus yang kemudian menjadi Uskup dan Pujangga Gereja yang sangat termasyur.

‎Teresa dari Calcutta : 
tidak ada negara maupun agama yg tidak mengakui keutamaannya dalam berbelas kasih kepada orang-orang termiskin dari yang miskin. Beberapa nasehatnya yang terkenal antara lain :
1. Love starts at home (Cinta mulai di rumah)
‎​2. Tuhan tidak memanggilku untuk sukses, melainkan untuk setia.
3. Apabila kebaikanmu tidak digubris, tetaplah berbuat baik.

‎​Semoga kita, para ibu dan pemudi-pemudi,
menjadi perempuan yang pantas diteladani dan dibanggakan oleh suami, anak-anak dan oleh keluarga kita. Semoga kebaikan Tuhan sehari-hari mendorong kita untuk menjadi orang yang tahu berterimakasih dan dengan murah hati mau berbagi dengan sesama khususnya orang-orang miskin.
‎​

Semoga kita tidak jemu2 berbuat baik pun ketika kebaikan kita tidak disambut dgn pantas. Semoga kita tumbuh dlm keutamaan2 surgawi dan cinta ilahi yg tulus, penuh syukur, kerendahan hati dan kejujuran untuk membangun persaudaraan murni dan sejati.



Jakarta, 27 Agustus 2010

Wednesday, November 17, 2010

Ulang tahun / compleanno

Adaku dalam rancangan muliaMu
Adaku dijadikan serupa denganMu
Adaku dinyatakan dalam dua insan
yang Kau pilih menjadi ayah-ibuku
Adaku jadi cermin bahagia mereka
Adaku berasal dariMu
Adaku kembali kepadaMu
DariMu aku datang
KepadaMu aku 'kan pergi
Kau sumber dan muara hidupku
Kurayakan karya agungMu dalam adaku
Butlah adaku menjadi perayaan iman,
yang Kau baharui setiap hari
Teristimewa di hari jadiku.

Teman2ku mau membangun Koperasi

Koperasi oh koperasi
Senin 17 Mei 2010 sosialisasi
Semoga membangkitkan visi misi
Tuk wujudkan cinta dalam aksi

Orang miskin menanti
Sahabat-sahabat yang punya hati
Agar mereka semakin mengerti
Bahwa hidup memang penuh arti

Mantapkan hati untuk berzikir
Bagi orang miskin jangan kita kikir
Dalam NamaNya impian bergulir
Berkat-berkatNya pasti mengalir

Kita berjuang bukan demi uang
Kendati sesuatu perlu digalang
Ayo lakukan dengan hati riang
Agar Bapa di Surga senang

Teriring doa & harapan terbaikku
Jakarta, 15 Mei 2010

Reuni Eks Mikael Mangga Besar

Kita dulu putra-putri altar
Layani Tuhan dengan hati berkobar
Duduk bersama di atas tikar
Kumpul-kumpul sambil berkelakar

Organisasi kini telah bubar
Anggota pun tinggal terpencar
Namun cinta tetap membakar
Wadah melepas rindu pun digelar

Mari tetap bangun persahabatan
Harta tak terbeli oleh kekayaan
Disana kita dapat berbagi kekuatan
'Tuk terus memaknai kehidupan

Jakarta, 24 Juli 2010
(kumpul di Dine Max - Juanda)

Hujan Rahmat / Voll der Gnade

Allah Sang Pencerah
Tenangkan jiwa yang gundah
Membujuk hati yang gelisah
Walau menggunung rasa salah

Roh Pemersatu yang handal
Tak terhalang oleh rasa gagal
Tawarkan air hidup yang kekal
Bangkitkan cinta yang radikal

Oh Sang sumber segala rahmat
Kau teladan dan pemberi hati taat
Penuhi kami dengan bakti yang kuat
Jadi pembawa berkat penuh hikmat

Kupang (Retret Imam),
18-23 Oktober 2010

Merdekalah jiwaku ....

Hai jiwaku yang letih dan kehausan
Mari kubawa kau ke Sungai Hidup
Berhentilah menangis
Dalam mimpi-mimpimu yang penuh gelisah

Dengarkan bujuk rayuNya
Mari kembali ke cinta mula-mula
Disana hanya ada kau dan Dia
Berlari, lompat dan peluklah Dia !

Kakimu mengembara jauh
Melintasi debu, kerikil dan batu
Mari kubalut luka-luka tersandung
Dengan minyak termahal dariNya

Berhentilah menangis hai jiwaku
Kutemani kau di pintu gerbangNya
Kau lihatkah betapa tangan ajaibNya
Melayani dan menjagaimu selalu ?

Duhai jiwaku jangan kau sembunyi
Tunjukkan gelora dan nyalamu
Meskipun terluka karena Cinta
Sumber Hidup di pihakmu selalu

Mari kita ke padang rumput hijauNya
Santap dan reguklah sebanyak kau mau
Milikmulah awan biru tak bertepi
Merdekalah jiwaku ... merdekalah !

Giri Sonta, 
Ungaran, 18 Agustus 2010