Bienvenue ami ...
Thankyou for visiting my blog. Have a good thing here. God bless you.
Showing posts with label Puisiku. Show all posts
Showing posts with label Puisiku. Show all posts

Saturday, December 24, 2011

Immanuel


IMMANUEL

Dunia kelam merindu tentram
Surya pagi kan terbit bersinar
Sirna sudah semua yang suram
Galau di jiwa kan segera pudar

Ia meraja bukan dari kursi istana
Ia memerintah tanpa main kuasa
Tak sibuk mencari citra dan warna
Tak haus nama yang matikan rasa    

Dari-Nya terbit pengharapan sejati
Kepada-Nya para gembala berlari
Untuk Dia raja-raja membawa upeti
Bersama Dia si miskin menari-nari
  
Keadilan dan kerahiman bersanding
Bagai Raja dan Ratu yang didamba
Cahaya surgawi nan tak tertanding
Memeluk rahim bunda berhati hamba

Yang Mahatinggi kini jadi manusia
Dalam tubuh insan rapuh nan papa
Langit dan bumi marilah bersukaria
Damai melimpah tak memandang rupa

Wednesday, November 23, 2011

Sang Ajal Bertutur



SANG AJAL BERTUTUR 

Hidup adalah sebuah ziarah
Menyajikan jalan-jalan berarah
Tinggalkan semua yang duniawi
'Tuk menuju Tanah Air Surgawi 

Hidup ini cuma sementara
Bukan milik namun pinjaman
Keindahan yang tanpa tara
Tersedia bagi insan beriman

Hidup memuat lorong-lorong cinta
Yang bernama sedih, sakit, derita
Siapa merangkulnya dengan setia
Kan memperoleh mahkota mulia 

Datang dan pergi silih berganti
Kuncup mekar bungapun mati
Tak ada kelahiran tanpa kematian
Kematian melahirkan keabadian

Sahabat berpulang satu demi satu
Merapat tanpa batas pada Yang Esa
Manusia menciptakan satuan waktu
Sambil berbaris di muka Sang Kuasa

Jakarta, 22 November 2011,
Monica Maria Meifung.
Untuk mengenang berpulangnya seorang sahabat, Pak Eddy Partadinata.


Friday, May 20, 2011

PEDIGREE


PEDIGREE

Kuingin kau tumbuh baik
Meski tak setara manusia
Kau tampak sangat cerdik
Dapat diajak bersukaria

Setia adalah sifat utamamu
Ingin dekat dimana tuanmu berada
Cari perhatian di raut wajahmu
Setelah seharian kita tak jumpa

Dengan cekatan naik ke pangkuan
Hanya demi unjuk kebersamaan
Lalu kau tidur dengsan nyaman
Menikmati rasa puas dan aman

Kau minta apa yang kumakan
Bagaikan tak pernah kenyang
Kusisihkan 260 ribu tiap bulan
Agar kau tetap menyalak lantang

Saturday, April 23, 2011

SABTU SUCI 2011



SABTU SUCI 


Yang mahatinggi turun ke kubur
Sang terang masuk makam gelap
Sumber hidup disalib dan gugur
Anak Manusia lunglai terbaring lelap 

Jubah ungu melepas detik-detik getir
Hitam menangisi dosa nan kelam
Merah menandai darah sang martir
Putih suci membaharui masa silam

Oh wajah mulia yang lelah dan hancur
Menebus yang hina dengan cinta luhur
Kembali kepada Bapa sebagai Sang Silih
Keheningan suci menebar harum kasih

Pesona Tubuh yang tercabik oleh dosa  
Pengosongan Diri semerbak mewangi
Misteri yang tak ternoda oleh binasa
Sakramen Allah yang tak tertandingi 

Maut tak membuat cinta surut
Kematian bukan akhir kisah
Kesedihan tak kan berlarut
Tersedia kebangkitan cerah

Jakarta, 23 April 2011

Friday, April 22, 2011

Jum'at Agung 2011


Salib....
Melampaui cinta diri
Mengatasi rasa sakit
Menyeberangi batas

Salib....
Misteri segala yang ada
Mengasihi tanpa memiliki
Memberi tanpa menguasai

Salib....
Kepenuhan dari pengosongan diri
Kemuliaan dari hamba yang dihina
Kerendahan hati yang tertinggi

Salib....
Tak terserap habis oleh budi
Tak tuntas terungkap dalam kata
Tak terselami sepanjang masa

Sunday, April 10, 2011

SENANDUNG DI BALIK AIR




SENANDUNG DI BALIK AIR

Rumahku tak lagi tenang
Penuh umpan menantang
Ingin kuberseru lantang
Mari ikut kami berenang

Teman-temanku menghilang
Diseret tangan-tangan jalang
Membuat para tuan senang
Dan berteriak dengan girang

Oh teman, kau pergi tak kembali
Terjerat lemparan tali-tali
Ragamu kan tumpah di kuali
Seandainya kubisa jadi wali

Oh siapa gerangan di atas sana ?
Yang membuat hatiku cemas
Tak lelah sampai umpanmu kena
Mengapa tak biarkanku bebas ?

Friday, April 8, 2011

TUHAN, GEREJA dan MAMA



TUHAN, GEREJA, DAN MAMA

Tak selalu tersingkap
Namun saling merasuki
Tak mudah terungkap
Meski saling menandai

Mereka begitu rekat
Menembus jiwaku
Jejak-jejaknya melekat
Mengasuh budiku

Menjelma di batin dan tubuh
Menguak nyawa penggerak raga
Tanpa pamrih jadi penyuluh
Tuk menari di medan laga

Oh Alfa dan Omega
Oh Mempelai kini dan nanti
Jika kelak kupandang Surga
Lenyap sudah yang tanpa arti

Semua aksara kan terbakar
Hangus di tengah belukar
Tak lagi perlu bertutur
Ketika semuanya gugur

Oh Tuhan ...
Gereja ....
Mama ....

Sang Bisu yang rajin menyapa
Tak Terlihat yang selalu melihat
Sang Pelita kala pekat menerpa
Sahabat Jauh yang selalu mendekat


Jakarta, Tahun Baru Imlek 3 Pebruari 2011
Dipersembahkan untuk Alm. Maria Febiana.

Saturday, January 1, 2011

Selamat datang 2011


Tahun Baru 2011 - Monica Maria Meifung

Mari kita lepas dan sambut waktu
Menghitung hari merajut minggu
Menghimpun berkat menjadi satu
Seraya dendangkan sebuah lagu

Madahkan syukur bagi Tuhan
Tuk anugerah teman dan saudara
Bersama menggalang paguyuban
Menghadapi suka dan duka lara

Lalui bulan merangkum tahun
Berdiri menghadap Sang Kuasa
Lihat diri lewati padang gurun
Hangat di pelukan Yang Perkasa

RahmatNya tak pernah kurang
RencanaNya tak pernah gagal
Segenap talenta harus digalang
Jadi abdi penuh daya dan akal

RinduNya tak pernah padam
KasihNya tak pernah pudar
Mari cintai yang remuk redam
Tuk hadapi hidup dengan tegar

Selamat datang di tahun yang baru
Buka jendela jiwa menabur kasih
Beri warna-warni di lembaran baru
Dengan pelangi di Tangan Pengasih

Sunday, December 26, 2010

Selamat datang Yesusku


Natal 2010
Monica Maria Meifung

Terang kelahiranMu 
jadi cahaya jiwaku
KesederhanaanMu
jadi kekayaanku
KerapuhanMu
jadi kekuatanku

Manis wajahMu
mengobati kepahitanku
Rentang tanganMu
memeluk ketakutanku
TangisanMu sebagai Bayi
memecah keterasinganku

Iman ibuMu
menumbuhkan percayaku
Kepekaan ayahMu
melenturkan hatiku
PengungsianMu dari kejaran si jahat
menjamin keselamatanku di dalam Engkau

Selamat datang, Yesusku


          

Saturday, December 18, 2010

Adven 4


Monica Maria Meifung - Adven 4 / 2010

Anak dara dikunjungi malaikat
Hadapi pengutusan luar biasa
Ia disebut penuh rahmat
Yang dikandung tanpa dosa

Sang suami merasa kikuk
Kuatir akan dampak buruk
Namun terbimbing dalam mimpi
Jadi pendamping yang terurapi

Dalam sejarah wahyu melaju
Menitip arah jelas tertuju
Sang Misteri membuka Diri
Dalam cinta tak terperi

Rumah dicari untuk lahir
Hanya berjumpa para kikir
Tak buka pintu meski diketuk
Tak punya hati untuk dibujuk

Ia hangat di bilik sang hewan
Tak di panggung milik hartawan
Sudi ditemui semua orang
Yang disinari cahaya terang

Monday, December 13, 2010

Adven 3


Monica Maria Meifung - Adven 3


Dunia bermegah di luar Allah
Manusia gagah mengejar berkah
Ada kesepian di balik pesta pora
Ada kehilangan di balik pura-pura

Kabar Baik ditebar para penyiar
Metanoia diserukan, ayo berbalik
Akankah kita mundur sebentar
Tatapkan diri pada Sang khalik

Penyelamat sudah dekat
Ia datang ke dunia pekat
Kita semua diajak bertobat
Dan minum dari sumber berkat

Datanglah Tuhan, datanglah
Jangan tunda dan bersegeralah
Kau lihat betapa dunia lelah
Penuh beban manusia lemah

Datanglah....
Datanglah....
Datanglah.... Tuhan

Saturday, December 4, 2010

Adven 2


Monica Maria Meifung - Adven 2 - 2010

Berjaga sambil berbuah, bukan demi berkah
Hanya menanti Ruah, bergelora dan tercurah

Malam sunyi mencekam, asa seperti meredam
Kulambaikan salam, selamat tinggal kelam

Sang Fajar Pagi, bersinarlah lagi
Jangan lekas pergi, sebelum kujadi ragi

Kau sudi datang, selagi belum siang
Kasih Kau bentang, jadikan dunia terang

Friday, December 3, 2010

Hati Kudus Yesus


Monica Maria Meifung - Jum'at pertama Desember 2010

Hati Kudus Yesus berbelaskasih
Ajariku cinta tak berpamrih
Meski kesulitan menggunung
Kau tetap Yang Maha Agung

Hati Kudus Yesus yang terluka
Kutatap Kau dalam suka duka
Tak tersisa apa pun yang melekat
Ketika Kau satu-satunya yang memikat

Sunday, November 28, 2010

Adven 1

Monica Maria Meifung - Adven 1 - 2010

Lilin dinyalakan, satu saja bukan empat
Manusia diingatkan, akan datang Penyelamat
Bangunkan yang tertidur, kembalikan yang tersesat
Tuk berjaga dengan hati luhur, dan menata sikap hormat

Kemewahan tak Kau pilih, jalanMu lewat kadang hewan
Hai dunia dan diri yang ringkih, keluarlah dari tawanan    
Datanglah oh datanglah Tuhan, hatiku penuh kerinduan
Seraya pikirkan haluan, untuk disasar kepada tujuan

Wednesday, November 17, 2010

Ulang tahun / compleanno

Adaku dalam rancangan muliaMu
Adaku dijadikan serupa denganMu
Adaku dinyatakan dalam dua insan
yang Kau pilih menjadi ayah-ibuku
Adaku jadi cermin bahagia mereka
Adaku berasal dariMu
Adaku kembali kepadaMu
DariMu aku datang
KepadaMu aku 'kan pergi
Kau sumber dan muara hidupku
Kurayakan karya agungMu dalam adaku
Butlah adaku menjadi perayaan iman,
yang Kau baharui setiap hari
Teristimewa di hari jadiku.

Teman2ku mau membangun Koperasi

Koperasi oh koperasi
Senin 17 Mei 2010 sosialisasi
Semoga membangkitkan visi misi
Tuk wujudkan cinta dalam aksi

Orang miskin menanti
Sahabat-sahabat yang punya hati
Agar mereka semakin mengerti
Bahwa hidup memang penuh arti

Mantapkan hati untuk berzikir
Bagi orang miskin jangan kita kikir
Dalam NamaNya impian bergulir
Berkat-berkatNya pasti mengalir

Kita berjuang bukan demi uang
Kendati sesuatu perlu digalang
Ayo lakukan dengan hati riang
Agar Bapa di Surga senang

Teriring doa & harapan terbaikku
Jakarta, 15 Mei 2010

Reuni Eks Mikael Mangga Besar

Kita dulu putra-putri altar
Layani Tuhan dengan hati berkobar
Duduk bersama di atas tikar
Kumpul-kumpul sambil berkelakar

Organisasi kini telah bubar
Anggota pun tinggal terpencar
Namun cinta tetap membakar
Wadah melepas rindu pun digelar

Mari tetap bangun persahabatan
Harta tak terbeli oleh kekayaan
Disana kita dapat berbagi kekuatan
'Tuk terus memaknai kehidupan

Jakarta, 24 Juli 2010
(kumpul di Dine Max - Juanda)

Hujan Rahmat / Voll der Gnade

Allah Sang Pencerah
Tenangkan jiwa yang gundah
Membujuk hati yang gelisah
Walau menggunung rasa salah

Roh Pemersatu yang handal
Tak terhalang oleh rasa gagal
Tawarkan air hidup yang kekal
Bangkitkan cinta yang radikal

Oh Sang sumber segala rahmat
Kau teladan dan pemberi hati taat
Penuhi kami dengan bakti yang kuat
Jadi pembawa berkat penuh hikmat

Kupang (Retret Imam),
18-23 Oktober 2010

Merdekalah jiwaku ....

Hai jiwaku yang letih dan kehausan
Mari kubawa kau ke Sungai Hidup
Berhentilah menangis
Dalam mimpi-mimpimu yang penuh gelisah

Dengarkan bujuk rayuNya
Mari kembali ke cinta mula-mula
Disana hanya ada kau dan Dia
Berlari, lompat dan peluklah Dia !

Kakimu mengembara jauh
Melintasi debu, kerikil dan batu
Mari kubalut luka-luka tersandung
Dengan minyak termahal dariNya

Berhentilah menangis hai jiwaku
Kutemani kau di pintu gerbangNya
Kau lihatkah betapa tangan ajaibNya
Melayani dan menjagaimu selalu ?

Duhai jiwaku jangan kau sembunyi
Tunjukkan gelora dan nyalamu
Meskipun terluka karena Cinta
Sumber Hidup di pihakmu selalu

Mari kita ke padang rumput hijauNya
Santap dan reguklah sebanyak kau mau
Milikmulah awan biru tak bertepi
Merdekalah jiwaku ... merdekalah !

Giri Sonta, 
Ungaran, 18 Agustus 2010

Pentakosta













Roh Kudus Penolong dan Penghibur
Bangkitkan jiwaku yang terkubur
Sirami tanah hatiku supaya subur
Dan penuhiku dengan sikap syukur

Lepaskanku dari tali yg mengungkung
Tuk menjumpai Sang Maha Agung
Suara pujianku naik melambung
MeninggikanMu melampaui gunung

Kau dijanjikan Sang Allah Putera
Bukti kasih setiaNya yang tiada tara
Jadikanku siap dan bersegera
MenerimaMu dengan cinta mesra

Engkau Roh Surgawi yang hangat
CahayaMu memberi arah yang kuat
Tuk berjalan dengan penuh semangat
Mengamalkan cinta dengan hati bulat

Utuslah Roh KudusMu ya Tuhan
Jadikan baru bumi dan setiap lahan
Dalam NamaMu perutusan dilaksanakan
KuasaMu lahirkan Gereja berdaya tahan

Utuslah Roh KudusMu ya Tuhan ..... :)

Jakarta, 23 Mei 2010