Bienvenue ami ...
Thankyou for visiting my blog. Have a good thing here. God bless you.
Tuesday, May 24, 2011
"Orang Gila Membuat Ayunan"
ORANG GILA MEMBUAT AYUNAN
Hari Minggu pagi, dua orang anak usia 5 tahun-an bercakap2 di depan pintu rumahku
A : "Horeee...Miss Monica bikin ayunan dan prosotan buat kita main-main"
B : "Bukan Miss Monica yang bikin itu, tau? Orang lain yang buatin ayunan-nya, orang gila!"
A : "Nah lu, koq orang gila bisa bikin ayunan?
Setelah kurenungkan, anak kecil itu benar !
Di tengah zaman google yang membuat banyak anak tergila-gila pada mainan-mainan elektronik yang sangat egosentrik, tetap dibutuhkan orang-orang gila yang memiliki hati untuk membuatkan mainan-mainan
yang mendorong anak-anak saling membutuhkan teman agar mereka dapat bergembira bersama-sama...
Terima kasih dik, untuk percakapan kalian...
Jakarta, 24 Mei 2011
Friday, May 20, 2011
PEDIGREE
PEDIGREE
Kuingin kau tumbuh baik
Meski tak setara manusia
Kau tampak sangat cerdik
Dapat diajak bersukaria
Setia adalah sifat utamamu
Ingin dekat dimana tuanmu berada
Cari perhatian di raut wajahmu
Setelah seharian kita tak jumpa
Dengan cekatan naik ke pangkuan
Hanya demi unjuk kebersamaan
Lalu kau tidur dengsan nyaman
Menikmati rasa puas dan aman
Kau minta apa yang kumakan
Bagaikan tak pernah kenyang
Kusisihkan 260 ribu tiap bulan
Agar kau tetap menyalak lantang
Saturday, April 23, 2011
SABTU SUCI 2011
SABTU SUCI
Yang
mahatinggi turun ke kubur
Sang terang masuk makam gelap
Sumber hidup disalib dan gugur
Anak Manusia lunglai terbaring lelap
Jubah ungu melepas detik-detik getir
Hitam menangisi dosa nan kelam
Merah menandai darah sang martir
Putih suci membaharui masa silam
Oh wajah mulia yang lelah dan hancur
Menebus yang hina dengan cinta luhur
Kembali kepada Bapa sebagai Sang Silih
Sang terang masuk makam gelap
Sumber hidup disalib dan gugur
Anak Manusia lunglai terbaring lelap
Jubah ungu melepas detik-detik getir
Hitam menangisi dosa nan kelam
Merah menandai darah sang martir
Putih suci membaharui masa silam
Oh wajah mulia yang lelah dan hancur
Menebus yang hina dengan cinta luhur
Kembali kepada Bapa sebagai Sang Silih
Keheningan
suci menebar harum kasih
Pesona Tubuh yang tercabik oleh dosa
Pengosongan Diri semerbak mewangi
Misteri yang tak ternoda oleh binasa
Sakramen Allah yang tak tertandingi
Pesona Tubuh yang tercabik oleh dosa
Pengosongan Diri semerbak mewangi
Misteri yang tak ternoda oleh binasa
Sakramen Allah yang tak tertandingi
Maut tak
membuat cinta surut
Kematian
bukan akhir kisah
Kesedihan tak
kan berlarut
Tersedia kebangkitan
cerah
Jakarta, 23 April 2011
Friday, April 22, 2011
Jum'at Agung 2011
Salib....
Melampaui cinta diri
Mengatasi rasa sakit
Menyeberangi batas
Salib....
Misteri segala yang ada
Mengasihi tanpa memiliki
Memberi tanpa menguasai
Salib....
Kepenuhan dari pengosongan diri
Kemuliaan dari hamba yang dihina
Kerendahan hati yang tertinggi
Salib....
Tak terserap habis oleh budi
Tak tuntas terungkap dalam kata
Tak terselami sepanjang masa
Sunday, April 10, 2011
SENANDUNG DI BALIK AIR
SENANDUNG DI BALIK AIR
Rumahku tak lagi tenang
Penuh umpan menantang
Ingin kuberseru lantang
Mari ikut kami berenang
Teman-temanku menghilang
Diseret tangan-tangan jalang
Membuat para tuan senang
Dan berteriak dengan girang
Oh teman, kau pergi tak kembali
Terjerat lemparan tali-tali
Ragamu kan tumpah di kuali
Seandainya kubisa jadi wali
Oh siapa gerangan di atas sana ?
Yang membuat hatiku cemas
Tak lelah sampai umpanmu kena
Mengapa tak biarkanku bebas ?
Friday, April 8, 2011
TUHAN, GEREJA dan MAMA
TUHAN, GEREJA, DAN MAMA
Tak selalu tersingkap
Namun saling merasuki
Tak mudah terungkap
Meski saling menandai
Mereka begitu rekat
Menembus jiwaku
Jejak-jejaknya melekat
Mengasuh budiku
Menjelma di batin dan tubuh
Menguak nyawa penggerak raga
Tanpa pamrih jadi penyuluh
Tuk menari di medan laga
Oh Alfa dan Omega
Oh Mempelai kini dan nanti
Jika kelak kupandang Surga
Lenyap sudah yang tanpa arti
Semua aksara kan terbakar
Hangus di tengah belukar
Tak lagi perlu bertutur
Ketika semuanya gugur
Oh Tuhan ...
Gereja ....
Mama ....
Sang Bisu yang rajin menyapa
Tak Terlihat yang selalu melihat
Sang Pelita kala pekat menerpa
Sahabat Jauh yang selalu mendekat
Jakarta, Tahun Baru Imlek 3 Pebruari 2011
Dipersembahkan untuk Alm. Maria Febiana.
Subscribe to:
Posts (Atom)



